Korean Tutorial..ikut Yuk!!

7 03 2009
Brosur Korean Tutorial

Brosur Korean Tutorial

Iklan




Nonton Bareng Film Cukup Gue

13 12 2008

pub-cukup-gue1

SINOPSIS

Cukup gue!!, sebuah kalimat yang ketika kita dengar dari orang lain, pasti bukan hal yang menyenangkan untuk ia ceritakan. Kalau yang menyertai kalimat itu selanjutnya adalah sebuah penyakit, apa yang terbesit di kepala kita….?ketakutan…?kengerian…?Ya benar, pasti akan selalu menghampiri kita pada saat itu….

Bagas dan kirana tidak mendengar kalimat itu, karena kalimat itu keluar langsung dari mulut mereka

Bagas, menerima cemoohan dari setiap orang, diskriminasi, kehilangan orang yang di citai, sampai umurnya harus ia gantungkan pada obat khusus yang tidak dapat ia beli di sembarang tempat, dan harus setiap hari harus di minumnya.

Begitu pun dengan Kirana, karena virus yang ada dalam tubuhnya ia harus kehilangan fitrahnya sebagai seorang ibu saat putrinya terus saja menangis karena haus akan ASI. Ia tak dapat menghentikan suara tangis anaknya, persediaan susu habis, air putih yang di berikan pada anaknya tak membuat tangisnya berhenti, saat itu ia tahu, bahwa dengan menyusuinya tangisan kecil itu pasti akan berhenti, tapi cinta membuatnya membiarkan tangis anaknya…

Bagas dan kirana tidak pernah mau orang lain sepertinya…cukup bagas…cukup kirana…Yang mengalami semua itu…

Tapi bukan manusia, kalau kita hanya meratapi nasib tanpa mencoba keluar dari bayangannya.

Janji Tuhan dengan kebesarannya, ”ketika kau melakukan sebuah pertaubatan yang utuh dan benar-benar kembali ke jalan Ku maka akan kau dapati sebuah kedamaian, dosa-dosa mu akan Ku simpan di langit dan tak ada satu manusiapun mampu menemukannya”.

Mereka menyadari bahwa berdamai pada semua persoalan yang menghampiri menjadi sebuah kekuatan yang dapat menarik begitu banyak keindahan dalam hidup Sebuah tekat yang besar membuat mereka mampu bangkit dan berani mengatakan Cukup…cukup gue…!!!

http://cukupgue.com





Feel The Love of Arrahmaan (2008 – Senyumuslim Prod)

30 11 2008

Alhamdulillah pada bulan Ramadhan lalu ZERO kembali merilis sebuah album baru berjudul album Feel The Love of Arrahmaan. Ini merupakan album ketiga ZERO dalam kariernya bersama label Senyumuslim Production, sebuah rekor juga ditorehkan ZERO dimana sepanjang tahun 2008 ini ZERO berhasil menelurkan 2 buah album baru (Feel The Love of Arrahmaan dan Untuk Indonesia Emas). “Alhamdulillah, tahun 2008 ini kami banyak mendapatkan berkah. Double album berhasil kami rilis meski tidak bersamaan.

Mudah-mudahan Allah berikan juga keberkahan jua dari album ini. Khususnya album ini dapat diterima oleh segenap pecinta musik religi di tanah air” jelas Yoga personil ZERO kepada ZERO news Flashes Feel The Love of Arrahmaan ini berisikan 8 lagu yang semuanya merupakan lagu-lagu terbaru dari ZERO. Yang membedakan dari album ZERO sebelumnya adalah di album ini yang bertindak sebagai music director adalah Yoga yang merupakan salah satu dari personel ZERO selain itu ZERO juga mengajak grup vokal baru yang bernama SHAATER dan juga mengajak 3 orang trainer dari ESQ Leadership Center yakni Reggy Latief, Ridwan Mukri dan Agung Solihin untuk bersama-sama bernyanyi dalam album ini. Sebagai arranger lainnya adalah Debby Nasution seorang pianis kawakan yang pernah terlibat dalam pembuatan album ZERO Manusia Pecinta. Kejutan lainnya dari album ini, pengalaman baru dari album ini adalah ketika ZERO berkolaborasi dengan musisi ternama yaitu Dwiki Dharmawan. Kolaborasi tersebut dapat disimak melalui lagu Arrahmaan yang merupakan single hits perdana dari album ini.

ZERO mencoba untuk lebih mengeksplorasi vokal bersama dengan aransemen musik yang lebih berkarakter dengan warna dominan pop rock dan juga klasik. Album Feel The Love of Arrahmaan ini menghadirkan single perdana berjudul Arrahmaan yang digubah oleh Bunda Iesje S.latief ini inspirasinya diperoleh dari Surah Arrahmaan, ZERO membawakannya dengan penuh penghayatan dan karakter vokal yang sangat kental nuansa klasiknya. Dwiki Dharmawan menjadikan lagu ini begitu menyentuh dari sisi musikalitas. Lagu bernuansa muhasabah dapat dinikmati juga lewat lagu Aku adalah Hamba yang ditulis oleh Yoga ZERO. Juga lagu Muhammad Junjunganku dengan aransemen musik yang dibuat oleh Debby Nasution. Dimana vokalnya diisi oleh suara-suara merdu dari trainer-trainer ESQ Leadership Center yakni Reggy Latief, Ridwan Mukri dan Agung Solihin. Lagu Suara Hati turut dihadirkan dengan nuansa yang lebih fresh.

ZERO juga mengajak grup vokal pendatang baru bernama SHAATER dimana semua personilnya adalah wanita dengan suaranya yang khas memikat. Vokal SHAATER dapat dinikmati lewat lagu Diujung Malam karya Yoga ZERO. Bertepatan dengan momen Ramadhan diselipkan pula lagu yang bertemakan Ramadhan dan diberi judul Ramadhan. Lagu Ayo Zakat dihadirkan juga untuk mengingatkan kita tentang pentingnya zakat. Ditutup dengan lagu Selamat Idul Fitri untuk melengkapi suasana datangnya hari kemenangan

Isi Album & Dapat di Download

01.Ramadhan
02.Arrahmaan
03.Muhammad Junjunganku
04.Ayo Zakat
05.Aku adalah Hamba
06.Suara Hati (New Version)
07.Diujung Malam
08.Selamat Idul Fitri

Webiste : http://www.zeronasheed.com





IPB Pecahkan MURI Makan Ubi Kukus dan Pengumpulan Kertas Bekas Terbanyak

22 08 2008

Mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB) berhasil memecahkan rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) makan ubi kukus dan pengumpulan kertas terbanyak Minggu (17 Agustus 08) di Gymnasium Kampus IPB Darmaga. Sebanyak 3226 mahasiswa makan ubi dalam waktu bersamaan. Dalam kesempatan itu pula berhasil dikumpulkan 10 ton kertas bekas. Kertas ini dikumpulkan mahasiswa baru IPB. Masing-masing mahasiswa angkatan 45 membawa 2 kilogram kertas bekas sebagai bentuk kepedulian terhadap global warming. Selanjutnya kertas bekas tersebut akan dijual dan hasil penjualannya digunakan sebagai kegiatan sosial.

Pemecahan Muri ini salah satu rangkaian kegiatan Masa Perkenalan Mahasiswa Baru (MPKMB) dan bertajuk “Pengenalan Cinta Pertanian dan Orientasi Angkatan 45” (PATRIOT 45) yang digelar Keluarga Mahasiswa Badan Ekskutif Mahasiswa (BEM KM) IPB. “Pemecahan Muri makan ubi terbanyak merupakan salah satu cara kreatif mahasiswa untuk membiasakan bahan pangan pengganti beras yang berasal dari dalam negeri. Disamping menumbuhkan rasa kemandirian dan kecintaan untuk memenuhi kebutuhan pangan dengan memanfaatkan pangan lokal Indonesia,” kata Rektor IPB, Dr.Ir. Herry Suhardiyanto, M.Sc dalam sambutannya. Sudah saatnya Indonesia melepaskan diri dari ketergantungan pangan impor melalui pengembangan plasma nutfah lokal.  Indonesia memiliki jenis ubi yang beranekaragam. Di Papua saja terdapat lebih dari 60 jenis ubi.

Ubi dipilih sebagai makanan pemecah MURI karena mempunyai berbagai keunggulan diantaranya mengandung karbohidrat dan serat tinggi, mudah proses pengolahannya, jenisnya beranekaragam, menyehatkan, dan berfungsi sebagai makanan fungsional.

Acara ini dihadiri Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Prof. Yonny Kusmaryono, Direktur Kemahasiswaan Dr. Rimbawan, Kasubdit Minat, Bakat dan Penalaran Direktorat Kemahasiswaan IPB Bambang Riyanto, S.Pi, M.Si, Presiden BEM IPB Gema Buana Putra dan perwakilan MURI Anang Ardiyanto MM





Musyawarah Nasional Mentoring dan Puskomdays FSLDKN

31 07 2008

Seperti biasa akhir minggu di kota Bandung, begitu padat dengan pengunjung dari luar kota dan macet tentu jadi keniscayaannya. Namun tetap dingin kembali menatap hati hingga ketidaknyamanan itu sedikit lenyap, apalagi disini sedang berkumpul saudara-saudara satu perjuangan dari sabang-sampai merauke yang wajahnya selalu dalam keadaan cerah dan menentramkan. Ya, hari ini sedang berkumpul para pengurus LDK dari seluruh indonesi untuk mengikuti Musyawarah Nasional FSLDKN yang kali ini bertema “Musyawarah Nasional Mentoring dan Puskomdays FSLDKN”.

Acara yang diadakan selama 4 hari ini dimulai pada tanggal 19 Juli 2008 tepat pukul 08.00 sesuai jadwal yang telah ditentukan. acara-acara selanjutnya pada waktu yang tertera di dalam susunan acara yang telah dibagikan saat dari sini terlihat sekalli kesiapan panitia dalam menset acara karena ketepatan waktu yang terjadi di awal bukan hanya sebuah kebetulan tapi memang telah menjadi komitmen yang tertanam dan terbukti dengan berjalannya registrasi.

Peserta sendiri dibedakan menjadi 2, yaitu peserta Puskomdays dan non Puskomdays. Bedanya hanya pada fasilitas pelayanan dimana peserta Puskomdays yang notabene dari luar kota diberikan fasilitas untuk menginap dan tentu saja infaknya.

Acara dimulai dengan baik dengan banyak selingan yang menarik terutama dari anak-anak SD yang memainkan kesenian khas Bandung dan tidak tanggung-tanggung 3 lagu sekaligus mereka tampilkan dengan menarik. Acara kemudian berturut-turut dihari pertama diisi dengan Orasi : ”Pembinaan Keislaman Menuju Revitalisasi Moralitas Pemuda Bangsa” yang disampaikan dari perwakilan Kementrian Olahraga dan Pemuda lalu Nasyid dari generasi Rabbani, Seminar “Urgensi Pembinaan Keislaman Mahasiswa di Kampus” dari perwakilan DT, NU dan Muhammadiyah yang dilanjutkan dengan Profil mentoring 4 kampus yang merupakan perwakilan dari jawa, Sumatra, sulawasi dan Kalimantan dan diakhiri dengan presentasi Badan Khusus Dunia Islam FSLDK oleh SALAM UI hingga pukul 10.00 malam. Baca entri selengkapnya »





Konser Kemanusiaan untuk Kemerdekaan Rakyat Palestina

14 07 2008

Ahad, 3 Agustus 2008
Tennis Indoor Senayan, Jakarta

Sesi 1 : Pkl.09.00-12.00 WIB
Dr. Adhyaksa Dault, MM
Dr. Muqaddam
Ust. Ferry Nur, Ssi
Ebieth Beat A
Ruhul Jadid
Shoutul Harokah
Izzatul Islam
Pemutaran Film Palestina


Sesi 2 : Pkl.13.00-16.00 WIB
Ust. Arifin Ilham
Ustz. Yoyoh Yusroh
Taufik Ismail
Shoutul Harokah
Izzatul Islam
F-One
Justice Voice
Brigif
Pemutaran Film Palestina

Baca entri selengkapnya »





BEM Diploma IPB Gelar “IPB In Broadcasting”

17 06 2008

Berprofesi sebagai announcer di radio dan televisi merupakan pekerjaan yang penuh tantangan. Pekerjaan ini menuntut seseorang berpikir cepat dalam mengambil keputusan. Lika-liku kehidupan broadcaster ini dikupas dalam sarasehan “IPB In Broadcasting” bertema “Human Communication Skill Improvement”, yang digelar Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Diploma IPB, Minggu (15/6).Berkesempatan membuka acara ini, Wakil Direktur I Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Dr. drh. Ligaya ITA TUmbelaka, SpMP., M.Sc. Acara yang dilangsungkan di Auditorium Andi Hakim Nasoetion, Rektorat Kampus IPB Darmaga ini menghadirkan beberapa pembicara ternama di dunia penyiaran. Sebut saja presenter ternama Choky Sihotang, Kemal (penyiar GEN FM), Imelda Sari (Senior). Mereka berbagi pengalaman dengan ratusan peserta yang hadir siang itu.

Bagi sebagian orang, dunia broadcasting identik dengan keterampilan seseorang berbicara. Namun, keterampilan berbicara saja tidak cukup untuk menjadi seorang broadcaster sejati. Banyak syarat lain yang harus dipenuhi diantaranya kemauan yang tinggi dan selalu berpikiran terbuka, demikian garis besar diskusi pada hari itu.

Bagi alumnus IPB yang nantinya berprofesi sebagai broadcaster, maka sesungguhnya ia akan berperan sebagai corong pertanian bagi masyarakat luas, sehingga masyarakat agraris seperti Indonesia ini akan terus diliputi atmosfer pertanian dalam arti luas. (nUr)