Pemutaran Perdana Film Sang Murabbi

24 06 2008

sang murobbi

Pemutaran perdana Film Sang Murobbi dilaksanakan tanggal 27 Juli 2008 bertempat di Gelanggang Remaja Jakarta Selatan Bulungan.

Trailer sang Murobbi disini

Film ini berkisah tentang perjalanan dakwah Ustadz Rahmat Abdullah. Berawal dari persepsi positif Ustadz Rahmat muda tentang profesi guru, yang merupakan rekfleksi cita-citanya saat masih duduk di bangku sekolah dasar. Setiap kali ditanya orang, apa cita-citanya, ia akan menjawab dengan mantap: menjadi guru!

Persepsi itu kemudian menjadi elan vital yang menggerakkan seluruh energi hidup Ustadz Rahmat, ketika ia menimba ilmu di pesantren Asy Syafiiyah di bawah asuhan KH Abdullah Syafii. Bakat besar dan pemikirannya yang brilian, menjadikan Ustadz Rahmat dikagumi oleh setiap orang, terutama gurunya, KH Abdullah Syafii, yang menjadikan Ustad Rahmat muda sebagai murid kesayangannya. Baca entri selengkapnya »





Waktu Wisata Hati, Rohani dan Jasmani di Undur

23 06 2008

Sobat Alvo yang Budiman, permohonan maaf dari manajemen terkait diundurnya acara WISATA HATI, ROHANI dan JASMANI ke KAWAH RATU BOGOR dikarenakan pihak pengelola kawasan obyek wisata KAWAH RATU baru akan membuka kawasan tersebut pada tanggal 27 Juni 2008.

Pelaksanaan pada hari SABTU, 28 Juni 2008

Kumpul di BNI Dramaga jam 6.00

Tehnical meeting hari Kamis, 26 Juni 2008 di Aula Masjid Al-Hurriyyah IPB pukul 16.00 WIB

Demikian pemberitahuan kami sampaikan

Terimakasih





LOMBA KARYA TULIS PEMUDA TINGKAT NASIONAL dan PENGHARGAAN UNTUK PENULIS

22 06 2008

Dalam Rangka 80 Tahun Sumpah Pemuda, Kementerian Negara Pemuda dan Olahraga
RI menyelenggarakan Lomba Karya Tulis dan Penghargaan untuk Penulis Artikel
Kepemudaan.

Persyaratan Lomba Karya Tulis:
1. Naskah berbentuk esai dengan tema “80 Tahun Kontribusi Pemuda dalam
Kepemimpinan Bangsa”.
2. Lomba dibagi dalam 3 kategori: pelajar, mahasiswa, dan umum.
3. Lomba terbuka untuk semua WNI berusia 15-35 tahun.
4. Esai tidak bertentangan dengan SARA dan tidak mengandung unsur
pornografi.
5. Naskah merupakan karya asli, bukan terjemahan, atau saduran.
6. Naskah belum pernah dipublikasikan di media massa cetak/elektronik dan
tidak sedang diikutkan dalam lomba sejenis.
7. Naskah ditulis dengan Bahasa Indonesia yang baik, diketik di kertas A4,
font Times New Roman, 6-12 halaman, spasi ganda.
8. Mencantumkan kategori di sudut kiri amplop pengiriman naskah.
9. Nama penulis harus diletakkan pada halaman terpisah dengan lembar naskah
10. Naskah dikirim rangkap 3 (tiga). Baca entri selengkapnya »





Hukum Menyanyi Dan Musik Dalam Fiqih Islam

21 06 2008

Soal: Ustadz yang terhormat, saya mau nanya bagaimana hukumnya menanyi dan musik dalam pandangan Islam? Karena ada sebagian ulama yang mengharamkan, tapi ada sebagian ulama yang membolehkan. Mohon penjelasannya.

Jawab: 1. Pendahuluan

Keprihatinan yang dalam akan kita rasakan, kalau kita melihat ulah generasi muda Islam saat ini yang cenderung liar dalam bermain musik atau bernyanyi. Mungkin mereka berkiblat kepada penyanyi atau kelompok musik terkenal yang umumnya memang bermental bejat dan bobrok serta tidak berpegang dengan nilai-nilai Islam. Atau mungkin juga, mereka cukup sulit atau jarang mendapatkan teladan permainan musik dan nyanyian yang Islami di tengah suasana hedonistik yang mendominasi kehidupan saat ini. Walhasil, generasi muda Islam akhirnya cenderung membebek kepada para pemusik atau penyanyi sekuler yang sering mereka saksikan atau dengar di TV, radio, kaset, VCD, dan berbagai media lainnya.

Tak dapat diingkari, kondisi memprihatinkan tersebut tercipta karena sistem kehidupan kita telah menganut paham sekularisme yang sangat bertentangan dengan Islam. Muhammad Quthb mengatakan sekularisme adalah iqamatul hayati ‘ala ghayri asasin minad dîn, artinya, mengatur kehidupan dengan tidak berasaskan agama (Islam). Atau dalam bahasa yang lebih tajam, sekularisme menurut Syaikh Taqiyuddin an-Nabhani adalah memisahkan agama dari segala urusan kehidupan (fashl ad-din ‘an al-hayah) (Syaikh Taqiyuddin an-Nabhani, Nizhâm Al-Islâm, hal. 25). Dengan demikian, sekularisme sebenarnya tidak sekedar terwujud dalam pemisahan agama dari dunia politik, tetapi juga nampak dalam pemisahan agama dari urusan seni budaya, termasuk seni musik dan seni vokal (nyanyian).

Kondisi ini harus segera diakhiri dengan jalan mendobrak dan merobohkan sistem kehidupan sekuler yang ada, lalu di atas reruntuhannya kita bangun sistem kehidupan Islam, yaitu sebuah sistem kehidupan yang berasaskan semata pada Aqidah Islamiyah sebagaimana dicontohkan Rasulullah Saw dan para shahabatnya. Inilah solusi fundamental dan radikal terhadap kondisi kehidupan yang sangat rusak dan buruk sekarang ini, sebagai akibat penerapan paham sekulerisme yang kufur. Namun demikian, di tengah perjuangan kita mewujudkan kembali masyarakat Islami tersebut, bukan berarti kita saat ini tidak berbuat apa-apa dan hanya berpangku tangan menunggu perubahan. Tidak demikian. Kita tetap wajib melakukan Islamisasi pada hal-hal yang dapat kita jangkau dan dapat kita lakukan, seperti halnya bermain musik dan bernyanyi sesuai ketentuan Islam dalam ruang lingkup kampus kita atau lingkungan kita. Baca entri selengkapnya »





BEM Diploma IPB Gelar “IPB In Broadcasting”

17 06 2008

Berprofesi sebagai announcer di radio dan televisi merupakan pekerjaan yang penuh tantangan. Pekerjaan ini menuntut seseorang berpikir cepat dalam mengambil keputusan. Lika-liku kehidupan broadcaster ini dikupas dalam sarasehan “IPB In Broadcasting” bertema “Human Communication Skill Improvement”, yang digelar Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Diploma IPB, Minggu (15/6).Berkesempatan membuka acara ini, Wakil Direktur I Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Dr. drh. Ligaya ITA TUmbelaka, SpMP., M.Sc. Acara yang dilangsungkan di Auditorium Andi Hakim Nasoetion, Rektorat Kampus IPB Darmaga ini menghadirkan beberapa pembicara ternama di dunia penyiaran. Sebut saja presenter ternama Choky Sihotang, Kemal (penyiar GEN FM), Imelda Sari (Senior). Mereka berbagi pengalaman dengan ratusan peserta yang hadir siang itu.

Bagi sebagian orang, dunia broadcasting identik dengan keterampilan seseorang berbicara. Namun, keterampilan berbicara saja tidak cukup untuk menjadi seorang broadcaster sejati. Banyak syarat lain yang harus dipenuhi diantaranya kemauan yang tinggi dan selalu berpikiran terbuka, demikian garis besar diskusi pada hari itu.

Bagi alumnus IPB yang nantinya berprofesi sebagai broadcaster, maka sesungguhnya ia akan berperan sebagai corong pertanian bagi masyarakat luas, sehingga masyarakat agraris seperti Indonesia ini akan terus diliputi atmosfer pertanian dalam arti luas. (nUr)





WISATA HATI, ROHANI DAN JASMANI

11 06 2008

Kawah Ratu Bogor

Kamis, 26 Juni 2008

a

Segera daftarkan diri Anda dan rasakan Dasyatnya nikmat Allah SWT dalam lukisan ayat-ayat Kauniyah-Nya

a

Fasilitas :





Kode Etik Munsyid Bogor

10 06 2008

Nasyid sebagai bagian dari syi’ar Islam merupakan titik sentuh da’wah yang universal. Di dalam sya’irnya tersurat nilai-nilai kebenaran, nasehat, moral, kejujuran dan keteladanan, yang dibingkis dengan seni Islam yang sederhana namun tetap elegan. Nasyid pun dapat dinikmati oleh seluruh segmen usia, di setiap masa dan setiap tempat. Heterogenitas dan beragamnya kultur masyarakat bukan menjadi penghambat dalam memajukan nasyid.
Adapun dasar pemikiran yang menjadi landasan kode etik ini adalah sebagai berikut:

1. Firman Allah swt: “Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata: “Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri” (Q.S. Fushshilat:33)

2. Firman Allah swt: “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar” (Q.S. Al-Ahzab:70) Baca entri selengkapnya »