“Islamic Book Fair (IBF) 2009 merupakan pameran buku Islam terbesar dan terlengkap, digelar di Istora Senayan Jakarta pada 28 Februari – 8 Maret 2009. Inilah momentum terbaik untuk mendapatkan buku-buku berkualitas dengan harga sangat menarik. “ Momentum IBF 2009 ini menjadi bahasan di KRESSS (Kirim Request Salam Siang Sobat) edisi Sabtu, 28 Februari 2009 yang bertepatan dengan 3 Rabiul Awal 1430 H bersama Sobat Anda, Fathiya.
IBF 2009 menjadi ajang bisnis, pendidikan-hiburanm sekaligus silaturrahim seluruh stakeholders perbukuan, seperti penerbit, penulis, penerjemah, editor, distributor, toko buku, pembeli, perusahaan percetakan, perusahaan kertas, perusahaan tinta, perusahaan kargo, hingga perbankan dan asuransi. Ketua IKAPI DKI Jakarta, Afrizal Sinaro, mengungkapkan bahwa IBF 2009 merupakan ajang pertemuan yang sangat menarik bagi para stakeholders perbukuan di Tanah Air, bahkan juga mancanegara.
Banyak sekali penerbit dan pengisi acara di IBF 2009. Ketua Panitia IBF 2009, Anis Basweda, menyatakan bahwa IBF 2009 yang mengangkat tema ‘Cerdaskan Umat, Mandirikan Bangsa’ ini mengambil momentum anggaran pendidikan 20 persen dan momentum pemilihan pemimpin nasional di pemilu legislatif dan presiden. “Mudah-mudahan dari dana APBN yang dianggarkan 20 persen, dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk kepentingan pendidikan, tidak terkecuali perbukuan. Siapapun yang terpilih nanti. Insya Allah kalau umat ini mau cerdas, bangsa ini bisa mandiri. Oleh karena itu, mencerdaskan umat ini adalah tanggung jawab kita bersama, tanpa terkecuali.”, katanya.
Adapun yang menjadikan IBF 2009 ini istimewa dibanding IBF-IBF sebelumnya dikarenakan oleh beberapa alasan. Alasan-alasan yang diungkapkan oleh Anis Basweda memang cukup sesuai, diantaranya:
1. Tahun ini jumlah stand lebih banyak dibanding tahun lalu.
2. Ada pembagian zona; semua bagian di lantai satu, misalnya, diisi oleh penerbit buku, dari depan sampai belakang, dari kanan sampai kiri, semua diisi buku dan Al Qur’an. Lalu di lantai dua, diisi oleh buku dan produk penunjang Al Qur’an seperti CD, VCD, dan lain-lain.
3. Kekuatan acara; acara-acara di IBF 2009 lebih bervariasi dan dibuat sedemikain rupa sehingga semakin menarik. Panitia juga akan menyediak layer screen sehingga memungkinkan pengunjung tetap menikmati acara yang disajikan tanpa harus berada di tempat acara.
4. Pembenahan tempat ibadah; panitia mempersiapkan tempat ibadah yang memadai. Jumlah kran untuk wudhu ditambah. Begitupula dengan jumlah sajadah dan mukena.
5. Wilayah publikasi IBF 2009 semakin luas. Baik melalui media cetak, poster, dan lain-lain.
Al Qur’an dan terjemahnya semakin diminati. Sejumlah penerbit bahkan kewalahan melayani permintaan mushaf Al Qur’an, terjemah Al Qur’an, maupun tafsir Al Qur’an. Selan itu, minat masyarakat kepada buku-buku Islam saat ini cukup berkembang. Tidak hanya sebatas sebatas buku-buku praktis dan ringan saja, tetapi –belakangan ini- buku-buku maraji’ atau rujukan yang relatif berat dan umumnya sangat tebal pun mulai diminati oleh masyarakat kita.
Sobat Alvo, sudah selayaknya kita mengapresiasi kegiatan semacam IBF ini. Semoga ini menjadi representasi yang memperlihatkan tingginya budaya gemar membaca di masyarakat kita. Dengan membaca, kita dapat dapat membuka gerbang wawasan kita. Seperti lirik persuatif untuk membudayakan membaca bagi masyarakat kita yang sempat bergaung beberapa tahun lalu, “baca-baca bacalah koran-buku, baca-bacalah selalu..”. ebih luas dari itu pula tentunya, kita juga mendayagunakan potensi kita untuk membaca berbagai ayat kauniyah dan kauliyah yang akan menambah keimanan kita pada Allah SWT. (n7)
Diolah dari: Tabloid Republika edisi Jum’at, 27 Februar 2009
Saran dan kritik:
Call centre Alvo fm: 0812 101 55455 / 0251 8423 780
Email / website: alvofm@yahoo.co.id / www.alvofm.tk
















ajang yang menarik
membuat diriku semakin terpacu untuk menulis buku yang bermutu
terima kasih atas informasinya